Pada dasarnya tujuan dalam mendirikan perusahaan baik produksi maupun jasa adalah mencari laba semaksimal mungkin, namun hal tersebut dihadapkan dengan persaingan. Untuk mengatasi persaingan tersebut perusahaan berusaha mencari cara dan strategi untuk dapat menyampaikan produknyake tangan konsumen dengan cepat, tepat, cermat, hemat dan memuaskan. Keberhasilan perusahaan dalam menyampaikan produk tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam memasarkan produknya. Strategi pemasaran juga harus disesuaikan dengan kemampuan dana perusahaan melalui bauran pemasaran yaitu faktor distribusi dan pemasaran.
Oleh karena itu strategi pemasaran yangtepat dan sesuai sangat berpengaruh terhadap para konsumen untuk melakukan pembelian. Perusahaan harus menyesuaikan strategi pemasaran yang tepat dan sesuai dengan kondisi pasar yang dihadapi. Walaupun suatu produk tersebut bagus dan sangat bermanfaat, tetapi apabila tidak diketahui oleh para konsumen maka produk tersebut akan menjadi percuma. Oleh karena itu perusahaan harus dapat mempengaruhi konsumen agar dapat menciptakan pembelian terhadapt produk tersebut. Alat yang digunakan dalam memperkenalkan produk dan mendorong para konsumen untuk melakukan pembelian produk tersebut adalah promosi.
Promosi yang tidak terkendali juga akan menurunkan tingkat penjualan, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk promosi merupakan pemborosan, sedangkan saluran distribusi dipakai oleh semua perusahaan untuk memproduksi barang dengan kualitas yang baik, namun banyak pula yang gagal memenuhi target pasarnya. Keadaan ini disebabkan oleh kebijakan distribusi yang kurang tepat sehingga barang yang dihasilkan kurang laku dipasar dan menyebabkan banyak konsumen merasa kurang puas. Dengan demikian, saluran distribusi memeliki peranan penting bagi kelangsungan hidup dan tumbuh perusahaan..
Menurut penelitian terdahulu, Didin Mukodim (2007) faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan adalah promosi dan distribusi. Sedangkan menurut T.S Wahyu Prima Indrayana (2009) faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan adalah promotional mix atau bauran promosi yang terdiri dari periklanan, promosi penjualan, publisitas dan penjualan perseorangan / wiraniaga. Sedangkan menurut Indra Budhi Wijaya (2010) faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan adalah produk, harga, promosi dan distribusi.
Berdasarkan fenomena dan riset terdahulu Didin Mukodim (2007) serta rekomendasi dari T.S Wahyu Prima Indrayana (2009) dan Indra Budhi Wijaya (2010) maka penulis akan mengambi judul “PENGARUH PROMOSI DAN DISTRIBUSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN
PT. IDOFOOD SUKSES MAKMUR, TBK”
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
Apakah promosi dan distribusi berpengaruh secara parsial terhadap volume penjualan PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk?
Apakah promosi dan distribusi berpengaruh secara simultan terhadap volume penjualan PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
Untuk mengetahui dan menganalisis apakah promosi dan distribnusi berpengaruh secara parsial terhadap penjualan PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.
Untuk mengetahui dan menganalisis apakah promosi dan distribnusi berpengaruh secara simultan terhadap penjualan PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.
Pustaka
ANALISIS PENGARUH VARIABEL MARKETING MIX TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PT. DANLIRIS DI SUKOHARJO, T.S. WAHYU PRIMA INDRAYANA, 2009
PENGARUH BIAYA PROMOSI DAN BIAYA DISTRIBUSI TERHADAP PENJUALAN PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR, Tbk., Didin Mukodim, 2007
Pengaruh biaya promosi dan biaya distribusi terhadap penjualan pada PT Indofood Sukses Makmur, Tbk, Didin Mukodim, 2007
Tema
Pengaruh promosi terhadap Volume penjualan
Latar Belakang Masalah
a) Fenomena
Kegiatan pemasaran harus dilakukan sesuai dengan tujuan perusahaan memperoleh keuntungan yaitu dengan mengadakan kegiatan promosi yang terarah, terncana dan terpadu.
c) Motivasi Penelitian
Konsumen dapat mengenal produk perusahaan dan tertarik untuk membeli produk tersebut.
Masalah
Pengaruh biaya promosi dan biaya distribusi terhadap penjualan yang dilakukan pada PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.
Tujuan Penelitian
Untuk menelaah dan menganalisis pengaruh biaya promosi dan biaya distribusi terhadap penjualan yang dilakukan pada PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.
Metodologi Penelitian
a) Data dan Sample
Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder karena didapat dari situs internet yaitu www.jsx.co.id atau dengan mencari situs dari PT. Indofood Sukses Makmur pada periode 1999-2006.
b) Variabel
c) Tahapan Penelitian
distribusi terhadap penjualan tiap tahunnya pada PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. periode 1999 – 2006.
d) Model Penelitian
Merupakan data pemasaran dari PT Indofood Sukses Makmur, Tbk.
Hipotesis
Biaya promosidan Biaya Distribusi benar-benar berpengaruh secara signifikan terhadap penjualan.
Riset dan Analisis
Perkembangan penjualan dari tahun ke tahun secara fluktuasi, baik dilihat dari rupiah maupun persentasenya. Pada tahun 1999-2000 persentase penjualan mencapai 23.42%, sedangkan pada tahun 2000-2001 mengalami penurunan sampai dengan 11.66%. Selama tahun 2002 2003 mengalami kenaikan sebesar 11.83%, tahun 2004 mengalami penurunan sebesar 0.83%, tahun 2005 mengalami kenaikan sebear 3.06% dan pada akhir 2006 mengalami kenaikan sebesr 17.47%.
Implikasi
Dari uraian tersebut di atas secara keseluruhan terdapat pengaruh antara biaya promosi dan biaya distribusi terhadap jumlah penjualan pada PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.
ANALISIS JURNAL 2
Judul, Nama Pengarang, Tahun
Analisis pengaruh variable marketing mix terhadap volume penjualan pada PT Danrilis di Sukoharjo, T.S. Wahyu Prima Indrayana, 2009
Tema
Pengaruh promosi terhadap volume penjualan
Latar Belakang Masalah
a) Fenomena
untuk menarik konsumen melakukan pembelian maka perusahaan harus bisa menerapkan suatu strategi pemasaran yang tepat sesuai dengan kondisi pasar yang dihadapi. Keberhasilan strategi pemasaran dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu riset dan analisa pasar, keputusan tentang produk, penetapan harga, promosi dan distribusi. Semakin berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan.
b) Penelitian Sebelumnya
Penelitian oleh Agus Triyono (2005) dengan judul Skripsi “Pengaruh Promotional Mix Terhadap Volume Penjualan PT. Daya Manunggal Di Salatiga”. Penelitian oleh Renny (2006) dengan judul skripsi “Pengaruh Variabel-Variabel Promotional Mix terhadap Volume Penjualan Pada Perusahaan UD. Lestari Di Karanganyar”.
c) Motivasi Penelitian
meningkatkan volume penjualan untuk seluruh produk yang dihasilkan dengan disertai oleh peningkatan penjualan.
Masalah
Apakah personal selling dan periklanan mempunyai pengaruh terhadap volume
penjualan pada PT. Danliris baik secara parsial maupun bersama-sama.
Tujuan Penelitian
1. Untuk menganalisis pengaruh personal selling terhadap volume penjualan.
2. Untuk menganalisis pengaruh periklanan terhadap volume penjualan.
3. Untuk menganalisis pengaruh personal selling dan periklanan secara bersamasama
terhadap volume penjualan.
Metodologi Penelitian
a) Data dan Sample
Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data-data yang diperoleh
dari sumber-sumber tidak langsung atau yang telah disusun oleh pihak lain yang
ada kaitannya dengan penelitian.
Data ini meliputi :
1. Data mengenai gambaran umum perusahaan
2. Data volume penjualan tahun 1999-2008
3. Data mengenai biaya personal selling dan biaya periklanan.
b) Variabel
c) Tahapan Penelitian
Dilakukan dengan berbagai macam tahap uji hipotesis diantaranya Uji Normalitas Data, Uji Asumsi Klasik, Analisis Regresi Linear berganda, Uji t, Uji F, Uji R2.
d) Model Penelitian
Berupa data pemasaran yang didapat dari PT Danrilis
Hipotesis
Diduga ada pengaruh yang positif dan signifikan antara personal selling dan periklanan terhadap volume penjualan pada PT. Danliris baik secara parsial maupun bersama-sama.
Riset dan Analisis
1. Pengujian koefisien parsial (uji t) menunjukkan bahwa variabel personal selling dan periklanan signifikan terhadap volume penjualan.
2. Pengujian regresi serentak (uji F) menunjukkan bahwa variabel personal selling dan periklanan secara besama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap volume penjualan.
Implikasi
1. Mengingat personal selling berpengaruh terhadap volume penjualan perusahaan untuk lebih meningkatkan komisi bagi karyawan wiraniaga agar mereka dapat lebih terpacu lagi untuk meningkatkan kinerjanya.
2. Untuk membangun hubungan jangka panjang atau memperluas pasar perusahaan disarankan untuk tetap melakukan kegiatan periklanan dengan mempertimbangkan efektifitas media periklanan yang digunakan
ANALISIS JURNAL 3
Judul, Nama Pengarang, Tahun
Pengaruh variasi produk dan biaya promosi terhadap volume penjualan sepatu league pada showroom SportindotunjunganPlaza 2 Surabaya, Indra Budhi Wijaya, 2010
Tema
Pengaruh promosi terhadap volume penjualan
Latar Belakang Masalah
a) Fenomena
Perusahaan-perusahaan yang jenis produknya sama saling mengungguli dan saling mengembangkan hasil produknya dengan harapan dapat menguasai pasar konsumen. Memperhatikan kondisi yang kompetitif ini berarti kesempatan atau terobosan untuk menembus pasar yang semakin luas, maka dari itu setiap produk baru dituntut untuk dapat menciptakan ide atau konsep pemasaran berupa strategi pemasaran yang tepat guna mendapatkan tempat dalam pasar konsumen yang ada.
b) Motivasi Penelitian
Pada penelitian ini permasalahan yang timbul adalah adanya penurunan volume penjualan, oleh karena itu penulis ingin mengetahui pengaruh variasi produk dan biaya promosi terhadap volume penjualan sepatu LEAGUE pada Showroom Sportindo Tunjungan Plaza 2 Surabaya.
Masalah
Apakah variasi produk dan biaya promosi secara simultan berpengaruh terhadap volume penjualan sepatu LEAGUE pada Showroom Sportindo.
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui dan menganalisis variasi produk dan biaya promosi secara simultan berpengaruh terhadap volume penjualan LEAGUE pada Showroom Sportindo.
Metodologi Penelitian
a) Data dan Sample
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Sumber data yang digunakan adalah data atau dokumen dari Showroom Sportindo Tunjungan Plaza 2 Surabaya yang berhubungan dengan penelitian ini. Dokumen-dokumen tersebut berupa data mengenai sejarah showroom dan perusahaan, data tentang kegiatan dan biaya promosi, data tentang kriteria variasi produk dan data volume penjualan.
b) Variabel
c) Tahapan Penelitian
Dilakukan dengan berbagai macam tahap uji Hipotesis diantaranya uji ANOVA (F) dan uji t ( Uji Parsial ).
d) Model Penelitian
Berupa data promosi dan penjualan di Showroom Sportindo Tunjungan Plaza 2 Surabaya
Hipotesis
Variabel bebas yaitu variasi produk ( X1 ) dan biaya promosi ( X2 ) mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel terikat dan terkait, dalam hal ini adalah volume penjualan ( Y ) Showroom Sportindo Tunjungan Plaza 2 Surabaya.
Riset dan Analisis
Variabel biaya promosi yang dibahas pada penelitian ini adalah besarnya biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan, dalam melakukan kegiatan promosi produk yang diterapkan pada Showroom Sportindo Tunjungan Plaza 2 Surabaya
Implikasi
Variabel variasi produk (X1) dan biaya promosi (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan sepatu LEAGUE
Judul: Pengaruh Variasi Produk Dan Biaya promosi Terhadap Volume Penjualan Sepatu League Pada Showroom Sportindo Tunjungan Plaza 2
Nama Pengarang: Indra Budi Wijaya
Tahun: 2010
Tema: Pengaruh Promosi Terhadap Volume Penjualan
Latar Belakang
Kesuksesan dalam pemasaran akan mendapatkan keuntungan bagi perusahaan untuk meningkatkan hasil penjualan, maka perusahaan perlu memperluas pemasarannya sehingga usaha perusahaan semakin menguntungkan dan perusahaan tersebut semakin besar. Perkembangan ini mengakibatkan tumbuhnya perusahaan-perusahaan dengan produk sejenis, sehingga akan meningkatkan persaingan dalam merebutkan pasar, untuk itu perusahaan perlu satu cara atau strategi yang tepat, agar dapat tercapai suatu penjualan. Di dalam persaingan bisnis sangat penting penetapan strategi pemasaran untuk produknya.
Memperhatikan kondisi yang kompetitif ini berarti kesempatan atau terobosan untuk menembus pasar yang semakin luas, maka dari itu setiap produk baru dituntut untuk dapat menciptakan ide atau konsep pemasaran berupa strategi pemasaran yang tepat guna mendapatkan tempat dalam pasar konsumen yang ada.
Pemasaran merupakan fungsi utama keberhasilan perusahaan dalam memperoleh pendapatan dan laba dari penjualan produknya, sehingga dapat dikatakan bahwa kelangsungan hidup perusahaan tergantung pada kebijakan strategi pemasaran yang ditetapkan oleh perusahaan. Selain kebijakan strategi pemasaran, sumber daya yang dimiliki dikerahkan untuk dapat mencapai sasaran atau target yang ditentukan oleh manajemen setelah pangsa pasar didapat.
Produk, harga, promosi dan distribusi merupakan variabel-variabel yang dapat mempengaruhi dan mendorong konsumen untuk menggunakan produk yang ditawarkan. Semakin banyak perusahaan-perusahaan sejenis yang menawarkan jenis-jenis produk dengan berbagai alternatif yang dapat dipertimbangkan oleh industri maka kondisi ini harus diperhatikan oleh perusahaan.
Pengembangan produk yang bervariatif dengan jaminan mutu kualitasnya, akan membuat harapan terhadap minat konsumen untuk mengkonsumsinya dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup dari para konsumen. Ketertarikan konsumen terhadap produk yang bervariatif akan sangat mempengaruhi volume penjualan.
Promosi sendiri dilakukan dengan tujuan untuk memperkenalkan produk dari perusahaan kepada konsumen atau masyarakat dengan cara menjelaskan karakteristik produk tersebut mengenai kegunaan dan juga kelebihan dari produk tersebut sehingga nantinya akan menarik minat dari konsumen untuk memiliki atau membeli produk tersebut. Besarnya biaya promosi yang ditetapkan oleh perusahaan untuk memasarkan produk kepada konsumen akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan gerak produsen dan perkembangan pasar konsumen.
Berkembangnya brand- brand produk sepatu casual sport asing seperti NIKE, ADIDAS, PUMA dalam pasar domestik membuat persaingan semakin ketat. Hal ini juga mendorong produk domestik sejenis untuk dapat tumbuh dan berkembang. Mengingat bahwasanya brand produk asing yang berkembang saat ini berawal dari produk domestik. LEAGUE merupakan salah satu brand baru sepatu casual sport domestik yang muncul dan mulai berkembang serta menjadi pesaing dalam konteks persaingan pasar domestik.
Dalam mekanisme pasar, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil penjualan paling utama adalah faktor produk, harga, promosi penjualan dan distribusi. Dalam hal ini distribusi tidak diambil sebagai faktor yang mempengaruhi naik turunnya hasil penjualan pada Showroom Sportindo Tunjungan Plaza 2 Surabaya karena distribusinya sudah stabil, artinya distribusi sudah sangat merata di wilayah Indonesia sampai saat ini. Selain itu dalam penelitian ini harga tidak masuk dalam penelitian karena dalam industri sepatu harga yang ditetapkan relatif tetap tidak mengalami fluktuasi, sehingga dalam penelitian ini hanya diambil produk dan promosi sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya hasil penjualan sepatu LEAGUE pada Showroom Sportindo Tunjungan Plaza 2 Surabaya.
Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang diuraikan dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Apakah variasi produk dan biaya promosi secara simultan berpengaruh terhadap volume penjualan sepatu LEAGUE pada Showroom Sportindo ?
2. Apakah variasi produk dan biaya promosi secara parsial berpengaruh terhadap volume penjualan LEAGUE pada Showroom Sportindo ?
Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui dan menganalisis variasi produk dan biaya promosi secara simultan berpengaruh terhadap volume penjualan LEAGUE pada Showroom Sportindo.
2. Untuk mengetahui dan menganalisis variasi produk dan biaya promosi secara parsial berpengaruh terhadap volume penjualan LEAGUE pada Showroom Sportindo.
ANALISIS JURNAL 2
Judul: Pengaruh Biaya Promosi Terhadap Peningkatan Volume Penjualan Pada CV. Mutiara Ilmu di Klaten
Nama Pengarang: Johan Aji Irawan
Tahun: 2009
Tema: Pengaruh Promosi Terhadap Penjualan
Latar Belakang
Perkembangan pola berfikir manusia yang semakin maju dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi modern, memungkinkan munculnya perusahaan untuk membuka usahanya. Hal ini mengakibatkan tingkat persaingan antar perusahaan sejenis semakin kompetitif dan dihadapkan pada konsumen yang sekain selektif dalam memilih produk dari suatu perusahaan sehingga ada perusahaan yang semula berorientasi pada produksi, kini memperluas orientasinya pada pemasaran produk.
Dalam persaingan pasar yang demikian, manajemen dituntut untuk bekerja lebih efisien dan efektif, sehingga tujuan perusahaan akan dapat lebih mudah dicapai. Salah satu tujuan pokok perusahaan adalah dapat survival. Hambatan-hambatan yang dihadapi perusahaan pada umumnya adalah persaingan antara perusahaan sejenis akan menciptakan pasar pembeli, dimana pembeli lebih banyak kekuasaanya dari pada penjual, di dalam pasar yang berbentuk demikian konsumen relative lebih bebas dalam menentukan apa yang dibeli dan kepada siapa ia akan membeli.
Untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu menjaga mempertahankan kelangsungan usahanya. Selain penyediaan modal yang cukup dan kemampuan dalam memasarkan produknya, yaitu bila perusahaan dapat menjual produknya dengan harga yang menguntungkan pada tingkat kualitas yang diharapkan.
Salah satu dari kegiatan pemasaran yang dijalankan oleh perusahaan adalah dengan kegiatan promosi. Promosi merupakan salah satu variabel dalam marketing mix yang sangat penting dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk dan jasanya. Karena promosi dapat memberikan informasi yang dapat mempengaruhi dan meyakinkan seseorang terhadap produk yang ditawarkan. Sehingga dapat menciptakan pertukaran/ jual-beli. Kegiatan promosi yang kurang tepat akan mengecilkan market share dan menurunkan volume penjualan, tetapi apabila kegiatan
promosi ini dijalankan sesuai dengan strategi dan pertimbangan yanhg baik mka akan
memberi pengaruh terhadap peningkatan volume penjualan dan dapat menghemat
dana perusahaan.
Percetakan CV. MUTIARA ILMU adalah salah satu percetakan yang ada di klaten. Hasil produknya meliputi majalah sekolah, buku-buku pelajaran, nota dan faktur pembelian, blangko dan kertas serta undangan. Perkembangan CV. Mutiara Ilmu cukup baik, karena penjualan pada sebagian produknya mengalami peningkatan, akan tetapi untuk sebagian produknya mengalami penurunan. Hal ini disebabkan dari semakin ketatnya persaingan sehingga perusahaan menghadapi masalah bagaimana perusahaan dapat meningkatkan volume penjualan untuk seluruh produk yang dihasilkan dengan disertai peningkatan keuntungan. Promosi yang dilakukan di CV. Mutiara Ilmu ada tiga variabel yaitu: variabel periklanan, personal selling, dan promosi penjualan, maka perlu diteliti diantara ketiga variabel tersebut yang mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap volume penjualan, sehingga perusahaan dapat meningkatkan kepada salah satu variabel yang mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap volume penjualan.
Rumusan Masalah
Secara lengkap perumusan masalah dapat dikemukaan sebagai
berikut:
Apakah ada pengaruh yang signifikan antara kegiatan promosi (periklanan,
personal selling, dan promosi penjualan) terhadap volume penjualan pada percetakan
CV. MUTIARA ILMU di Klaten.
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang penulis kemukakan adalah : untuk mengetahui menguji dan
membuktikan secara empirik pengaruh biaya promosi, periklanan, personal selling
dan promosi penjualan, terhadap peningkatan volume penjualan.
ANALISIS JURNAL 3
Judul: Pengaruh Promosi Terhadap Volume Penjualan Pada Dealer Sakat Motor Wonogiri
Nama Pengarang: Dwi Harmanto
Tahun: 2009
Tema: Pengaruh Promosi Terhadap Penjualan
Latar Belakang
Kemajuan sektor industri yang pesat menimbulkan tingkat persaingan usaha yang ketat. Demikian juga untuk produk sepeda motor yang menjual barang sejenis. Dengan adanya produk sejenis yang dijual oleh dealer yang berbeda, sedang keinginan konsumen beraneka ragam membuat konsumen menjadi bebas menentukan produk yang dapat memuaskan kebutuhannya. Oleh karena itu perusahaan harus mengambil langkah-langkah maju untuk mengungguli pesaingnya.
Dalam usaha menentukan langkah-langkah maju agar sesuai dengan tujuan perusahaan yaitu untuk memperoleh keuntungan semaksimal mungkin dengan potensi dan kemampuan yang maksimal, salah satu yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah pemasaran.
Dalam bidang pemasaran berbagai masalah timbul selain persaingan juga berkembangnya keanekaragaman produk, meningkatnya selera konsumen, dan adanya produk baru yang dihasilkan, untuk itu perusahaan dituntut untuk dapat menghadapi dan menyelesaikan berbagai masalah yang ada. Dalam menghadapi masalah yang datang dari berbagai arah perusahaan harus dapat meningkatkan efektivitas seluruh pengelolaan perusahaaan dalam menangani pemasaran produk.
Suatu perusahaan yang ingin berkembang dan cepat mencapai sasaran yang diharapkan harus dapat memuaskan keinginan konsumen dengan proses pertukaran, sesuai dengan konsep pemasaran. Promosi merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam manajemen pemasaran, karena promosi merupakan kegiatan perusahaan dalam usahanya untuk berkomunikasi dengan konsumen. Dengan adanya komunikasi diharapkan ada tanggapan dari konsumen atas produk yang ditawarkan. Tanggapan ini oleh konsumen bisa dikategorikan dalam kesiapan pembeli, yaitu kesadaran, pengetahuan, kegemaran, preferensi, keyakinan, dan pembelian.
Dealer Sakat Motor Wonogiri yang menjual bermacam-macam tipe sepeda motor, dimana tingkat persaingan antara produsen yang menjual produk sejenis sangat banyak. Dengan melihat bahwa Wonogiri adalah pangsa pasar potensial bagi produk sepeda motor dan tingkat persaingan antara produsen yang tinggi, dengan promosi yang baik maka Dealer Sakat Motor Wonogiri dapat memuaskan dan memenuhi keinginan konsumen, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Batasan promosi dalam penelitian ini mencakup promosi periklanan, personal selling, dan promosi penjualan dimana dalam penelitian ini variabelvariabel tersebut akan diuji tingkat hubungan dengan volume penjualan pada
Dealer Sakat Motor Wonogiri.
Rumusan Masalah
Dengan melihat pentingnya perumusan promosional mix sehingga
konsumen tertarik dengan produk yang ditawarkan, maka sebagai rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana pengaruh periklanan terhadap volume penjualan pada Dealer
Sakat Motor Wonogiri?
2. Bagaimana pengaruh personal selling terhadap volume penjualan pada
Dealer Sakat Motor Wonogiri?
3. Bagaimana pengaruh promosi penjualan terhadap volume penjualan pada
Dealer Sakat Motor Wonogiri?
4. Bagaimana pengaruh periklanan, personal selling, promosi penjualan
secara serentak terhadap volume penjualan pada Dealer Sakat Motor
Wonogiri?
Tujuan Penelitian
Penelitian terhadap saluran distribusi bagi perkembangan perusahaan
ini mempunyai tujuan sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh periklanan terhadap volume penjualan pada
Dealer Sakat Motor Wonogiri.
2. Untuk mengetahui pengaruh personal selling terhadap volume penjualan
pada Dealer Sakat Motor Wonogiri.
3. Untuk mengetahui pengaruh promosi penjualan terhadap volume
penjualan pada Dealer Sakat Motor Wonogiri.
4. Untuk mengetahui berpengaruh periklanan, personal selling, promosi
penjualan secara serentak terhadap volume penjualan pada Dealer Sakat
1. Racun Botulinum : Racun paling buruk Racun ini dihasilkan oleh bakteri Clostridium Botulinum dan merupakan protein yang paling mematikan. bila spora bakteri Clostridium Botulinum hinggap di makanan atau luka, maka ia akan segera memproduksi racun ini. racun ini sangat mematikan karena cukup dengan 1 kg saja maka ia dapat membunuh seluruh populasi manusia di atas Planet Bumi. apakah hal ini menjadikan racun botulinum dijauhi manusia? tidak, karena pada jaman sekarang banyak wanita yang menyuntikkan racun ini ke wajah mereka untuk menghilangkan kerutan akibat penuaan dengan terapi yang bernama Botox (Botulinum Toxin). jadi buat yang suka Botox harus tahu singkatannya dan asal usulnya....
2. Luwak Madu : Binatang paling buruk Luwak Madu yang biasanya ditemukan di Afrika dan Asia Barat serta Selatan telah masuk dalam Guinness Book of Records dengan gelar “makhluk yang paling tidak mengenal rasa takut”. hewan ini (yang terlihat imut) akan menyerang hampir apapun dan ia cukup pintar untuk mengetahui kelemahan lawannya. misalnya, ketika berhadapan dengan manusia laki-laki, ia akan menyerang buah zakarnya. dia juga salah satu dari beberapa hewan yang menggunakan alat – misalnya menggunakan batang kayu sebagai tangga. luwak yang sangat suka madu ini sering mengabaikan keselamatannya ketika masuk ke sarang lebah, suatu hal yang seringkali mengantarkannya ke kematian. luwak madu dapat membunuh buaya, dan pembunuh ular yang sangat efisien. hanya diperlukan 15 menit untuk memakan ular yang panjangnya 1,5 meter. keganasan binatang ini sudah terkenal di alam dan bahkan leopard atau singapun tidak akan berusaha untuk membunuhnya...
3. Nyamuk : Serangga paling buruk Tidak kaget lagi bahwa nyamuk telah menjadi serangga yang terburuk di dunia. pada malam hari saat kita berbaring di tempat tidur, kita dapat mendengar mereka mendengung tetapi kita tidak dapat melihat mereka – dan kemudian pagi harinya banyak bilur muncul di badan kita. selain itu dia juga merupakan serangga yang paling maut di dunia karena menyebarkan malaria dan demam berdarah, the unconvinient truth is…nyamuk membunuh 2 juta jiwa per tahun, dan menyebarkan penyakit ke 70 juta jiwa di dunia per tahun. belum lagi saudaranya si Culex yang menyebabkan penyakit Kaki Gajah. kecil biadab....
4. Insomnia turunan yang fatal : Gejala penyakit yang paling buruk Insomnia turunan adalah suatu penyakit hanya ditemukan di 28 keluarga di seluruh dunia. penyakit ini mencegah anda dari tidur dan tidak ada obat yang tersedia yang dapat membantu Anda. bila penyakit mulai menyerang, penderita tidak akan bisa tidur malam selama 7-36 bulan sampai akhirnya mati. tahapan penyakitnya adalah sebagai berikut:
* Penderita mengalami tingkat insomnia, menyebabkan panik, paranoia, dan phobia. Tahap ini berlangsung selama sekitar 4 bulan. * Halusinasi dan panik terjadi terus selama sekitar 5 bulan. * Ketidakmampuan untuk tidur diikuti dengan cepat oleh kehilangan berat badan. Hal ini berlangsung selama sekitar 3 bulan. * Pasien menjadi bisu atau tidak responsif selama 6. Ini adalah perkembangan terakhir dari penyakit, dan kemudian pasien akan mati.
5. Semut Peluru : Gigitan yang paling buruk emut peluru memiliki peringkat gigitan yang paling menyakitkan di dunia karena sakitnya seperti terkena tembakan, yang dapat dijelaskan sebagai berikut: “gelombang rasa sakit seperti terbakar selama hingga 24 jam”. semut ini ditemukan di selatan Nikaragua sampai ke Paraguay. seperti semut lainnya, mereka hidup dalam koloni besar yang biasanya terletak di bagian pangkal pohon. semut ini digunakan dalam sebuah upacara ritual untuk anak laki-laki di Satere-Mawe suku Brasil. Anak laki-laki memakai sarung tangan dengan ratusan Semut – mereka harus menderita gigitan selama 10 menit dan mereka harus melakukan ritual ini beberapa kali. lengan anak laki-laki yang melakukan ritual ini biasanya lumpuh sementara akibat racun dan tubuh mereka bisa menggigil selama beberapa hari. gila! apa makna ritual itu?!.....
6. Salvinia Molesta : Ganggang paling buruk Dikenal juga sebagai ganggang kariba. Salvinia Molesta merupakan tanaman paku air dari Brasil. tanaman ini mengapung di atas air dan berkembang biak dua kali lipat dalam beberapa hari saja. dan akhirnya semua permukaan danau akan tertutupi oleh tanaman ini yang mempunyai ketinggian sampai 24 inci. hal yang sangat mengganggu adalah tanaman ini menghalangi sinar matahari masuk ke dalam air, yang pada akhirnya membuat binatang dan tanaman lain menjadi mati. hal yang lebih buruk lagi, Kita tidak dapat membunuh tanaman ini. jika Kita menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil, masing-masing bagian akan tumbuh sebuah tanaman baru. di Amerika Serikat upaya2 telah dilakukan untuk menyingkirkan tanaman ini dengan menggunakan crane, tetapi selalu ada sebagian kecil tanaman yang terjatuh kembali ke air dan akhirnya tumbuh lagi. tanaman ini sekarang dapat ditemukan di seluruh dunia dan menyebabkan kerusakan di mana-mana ia berada.
7. Bunga Bangkai : Bunga berbau paling buruk Tanaman ini banyak didapatkan di hutan-hutan di daerah Sumatera. bunganya yang cuma satu di setiap tanaman dikenal menghasilkan bau yang menyerupai bau mayat yang membusuk. warnanya mirip dengan daging yang membusuk untuk mengelabui serangga agar terperangkap dan di dalamnya untuk kemudian dicerna sebagai makanan. ujung bunga mempunyai temperatur yang sama dengan temperatur badan manusia, hal yang sama yang digunakan untuk mengelabui mangsanya dan juga membantu untuk menyebarkan bau busuk yang menarik perhatian mangsanya.....
8. Laba-laba Pengembara Brazil : Laba-laba terburuk Laba-laba berukuran besar ini mempunyai gigitan mematikan yang paling menyakitkan dan kematian yang diakibatkan gigitan laba-laba ini mencapai tingkat tertinggi di dunia laba-laba. apabila seorang pria tergigit akan menyebabkan penisnya tegang berjam-jam! tentunya ini bukan pengganti Viagra yang baik, bung!....
9. Candiru : Ikan paling buruk n ini sangat berbahaya melebihi piranha. mengapa? Ikan yang banyak didapatkan di Sungai Amazon ini makanannya adalah darah mangsanya seperti drakula. bau kencing manusia akan mengundangnya, dan dia dapat masuk ke dalam penis atau vagina. satu satunnya cara mengeluarkannya adalah dengan pembedahan. Jadi jangan kencing di Sungai Amazon. never and ever!....
10. Manusia : Perusak lingkungan paling buruk. Tidak perlu dijelaskan lagi kan. yang bisa dilakukan adalah berkaca, introspeksi, dan berubah....
Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini.
"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".
"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.
"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.
Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"
"Tentu saja," jawab si Profesor
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Apakah kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."
Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"
Profesor itu menjawab, "Tentu saja gelap itu ada."
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak.Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak."
"Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna."
"Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,
"Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan."
"Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."
Apakah kita memiliki kembaran di dunia ini? Apakah kita dapat berada di dua tempat pada saat yang sama? Dalam sejarah, ada banyak catatan mengenai orang-orang yang mengaku berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri. Fenomena ini sering disebut dengan istilah doppelganger. Doppelganger berasal dari kata Jerman yang berarti "Double Walker". Istilah ini digunakan untuk merujuk kepada bayangan diri yang dipercaya menyertai setiap manusia di bumi ini.
Fenomena ini berbeda dengan penampakan hantu. Jika penampakan hantu berarti seseorang melihat citra orang yang telah meninggal, maka fenomena doppelganger berarti melihat bayangan seseorang yang masih hidup.
Dalam banyak kasus, Doppelganger dipercaya sebagai tanda-tanda kematian. Konon Ratu Elizabeth I berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri sebelum meninggal.
Entah kapan fenomena ini pertama kali muncul. Namun pada tahun 1691, ditemukan catatan mengenai Doppelganger yang ditulis oleh Robert Kirk yang menulis bahwa fenomena ini telah muncul dalam kisah-kisah rakyat Skotlandia dan Irlandia.
Kasus Dr.Wynn Wescott
Pada tanggal 12 April 1888, di British Museum of London, sebuah laporan doppelganger menciptakan kehebohan diantara karyawan museum. Dr. Wynn Wescott dan Pendeta W.T Lemon dijadwalkan untuk bertemu di ruang baca museum.
Pendeta Lemon tiba beberapa menit lebih awal dan melihat Dr. Wescott sedang terlibat pembicaraan dengan seorang rekannya yang bernama Mrs. Salmon.
Tak berapa lama kemudian, Mrs Salmon dengan sopan mengucapkan salam kepada Dr.Wescott dan meninggalkan pembicaraan.
Ia berjalan melewati pendeta Lemon dan juga memberi salam. Lalu, Mrs Salmon menoleh ke Dr.Wescott untuk memberitahu bahwa Pendeta Lemon telah tiba. Namun ia terkejut karena menyadari bahwa Dr. Wescott yang tadi berdiri telah hilang.
Pendeta Lemon dan Mrs. Salmon lalu bertanya kepada resepsionis dan petugas museum lainnya. Mereka mendapatkan jawaban yang sama. Semua memang melihat Dr. Wescott masuk ke ruangan itu, namun tidak ada yang melihat ia meninggalkan ruang tersebut.
Kaget dan kuatir, mereka mengecek ke rumah Dr. Wescott dan tidak disangka mereka menemukan Dr. Wescott sedang terbaring di ranjang, sakit dan tidak meninggalkan tempat tidurnya sejak pagi.
Kasus Abraham Lincoln
Kasus doppelganger lainnya yang juga termahsyur adalah kasus yang dialami oleh Abraham Lincoln. Kisah ini diceritakan oleh Noah Brooks yang mengaku mendengarnya langsung dari Lincoln.
Diceritakan bahwa saat Lincoln terpilih menjadi presiden, ia menjumpai "dirinya" dengan dua wajah di ruang tamunya. Satu wajah lebih pucat dibanding yang lainnya. Ketika ia mendekatinya, bayangan itu menghilang.
Lalu ia menghempaskan tubuhnya ke sofa untuk beristirahat dan bayangan itu muncul kembali. Beberapa hari kemudian, bayangan dirinya dengan dua wajah itu kembali muncul. Namun penampakan itu adalah penampakan yang terakhir kalinya.
Ketika ia menceritakannya kepada istrinya, istrinya berkata bahwa dua wajah itu berarti Lincoln akan terpilih sebagai presiden untuk dua kali masa jabatan, sedangkan wajah kedua yang lebih pucat menunjukkan kalau ia tidak akan hidup melewati masa jabatan keduanya.
Entah darimana istrinya mengetahui hal itu, namun prediksinya terbukti benar karena pada tahun 1865 Lincoln terbunuh pada saat memegang masa jabatan keduanya.
Kasus Emilie Sagee
Dari antara semua kasus doppelganger yang ternama, mungkin kasus ini adalah kasus yang paling membingungkan. Kisah ini diceritakan oleh Robert Dale Owen yang mendengarnya dari Julie Von Guldenstubbe, anak kedua Baron Von Guldenstubbe.
Pada tahun 1845, ketika Julie berusia 3 tahun, ia menghadiri sekolah von Neuwlcke, sebuah sekolah khusus perempuan di dekat Latvia. Salah satu gurunya adalah seorang perempuan 32 tahun bernama Emilie Sagee.
Walaupun Ms.Sagee dikenal sebagai guru yang baik, beredar rumor di sekolah tersebut bahwa "kembaran" Ms.Sagee sering terlihat muncul dan menghilang di hadapan para murid.
Pernah suatu kali diceritakan bahwa sementara Ms.Sagee sedang menulis di papan tulis, kembarannya yang sama persis muncul di sampingnya. Doppelganger itu meniru persis semua gerakan Ms.Sagee, bedanya ia tidak memegang kapur tulis. Peristiwa ini disaksikan oleh 13 murid di kelas tersebut.
Yang lebih luar biasa lagi adalah kejadian yang terjadi pada hari berikutnya. Pada saat itu, 42 murid sedang berkumpul di aula untuk pelajaran menjahit. Ms.Sagee sedang ada di kebun dan jelas terlihat dari jendela oleh para murid.
Tiba-tiba, doppelganger Ms.Sagee muncul dan duduk di kursi di depan ruangan. Seorang murid yang pemberani berjalan maju dan berusaha menyentuh makhluk itu, namun ia merasakan ada sebuah hambatan yang tidak terlihat menghalanginya. Lalu doppelganger tersebut menghilang secara perlahan.
Ms.Sagee sendiri mengetahui hal ini, namun ia juga tidak mengerti fenomena apa yang sedang berlangsung. Menurutnya, ketika doppelgangernya muncul, ia bisa merasakan kelelahan yang amat sangat. Bahkan wajahnya berubah menjadi pucat pasi.
Doppelganger dan Budaya
Fenomena doppelganger memiliki banyak penjelasan beragam di berbagai bagian dunia. Di Denmark, ada sebuah kisah yang menyebutkan seekor Troll (makhluk mitos) menculik seorang wanita hamil dan kemudian menggantinya dengan doppelgangernya untuk menutupi kejahatannya.
Di dalam tradisi Yahudi, setiap orang dipercaya memiliki malaikat yang berwajah mirip sepertinya yang kadang-kadang muncul dan menampakkan diri.
Di dalam tradisi dan kepercayaan beberapa negara lainnya, doppelganger secara sederhana diartikan sebagai roh jahat yang mengambil rupa seorang manusia.
Teori Dr.Peter Brugger
Dalam konteks sains, Dr.Peter Brugger dari Zurich University Hospital, mengajukan teori adanya Doppelganger Syndrom. Sindrom ini, menurut Dr.Brugger adalah sebuah perasaan dimana seorang pasien amputasi bisa merasakan kembali adanya anggota badan yang telah hilang.
Dalam kasus Doppelganger, bukan hanya sebagian anggota badan yang dirasakan, melainkan seluruh tubuh "tambahan" dirasakan ada di luar tubuh dan berada diluar kendalinya.
Menurut Dr.Brugger, sindrom ini bisa terjadi ketika syaraf kita mengalami goncangan sehingga kita akan membawa representasi internal diri yang kemudian ditransfer ke dunia luar. Ini biasa terjadi ketika kita sedang mengalami stres, kesepian atau ketika otak kita mengalami luka atau tumor.
Bagi Brugger, fenomena syaraf ini dapat menjelaskan adanya "teman imajiner" yang dialami oleh banyak anak kecil.
Eksperimen Shahar Arzy
Selain Dr.Brugger, penjelasan ilmiah lainnya juga muncul pada September 2006 di Majalah Nature. Majalah itu merilis hasil eksperimen yang dilakukan oleh Shahar Arzy dan rekannya di University Hospital, Jenewa, Swiss.
Mereka tanpa diduga berhasil menciptakan fenomena Doppelganger dengan menggunakan stimulasi elektromagnetik yang diberikan pada otak pasien.
Sang pasien disuruh berbaring diam di atas tempat tidur, lalu, mereka memberikan stimulasi elektrik pada Temporoparietal Junction (TPJ) di otak kirinya.
Ketika stimulasi itu diberikan, dengan segera sang pasien bisa merasakan adanya kehadiran orang lain di tempat itu. Dengan demikian, eksperimen ini membuktikan bahwa fenomena ini mungkin berhubungan dengan terganggunya aktifitas otak.
Menurut Arzy, eksperimen ini mungkin dapat menjelaskan mengenai halusinasi yang sering dialami oleh penderita Schizoprenia atau paranoia.
Penjelasan Dr.Brugger ataupun Shahar Arzy memang dapat menjelaskan pengalaman Lincoln, namun tidak dapat menjelaskan pengalaman Dr.Wescott dan Ms.Sagee.
Misalnya dalam pengalaman Ms.Sagee, mungkinkah 42 orang murid tersebut mengalami gangguan Temporoparietal otak kiri secara bersamaan?